Oleh: Juma Maulana - Kamis, 26 Februari 2026
Dua keping puzzle yang seharusnya bisa memberikan sebuah gambar yang lebih jelas, justru tidak pernah bisa bertemu dan menjadi rentan dieksploitasi.
Oleh: Juma Maulana, Agiel Prakoso, Wahyu Perdana, Abil Salsabila, Fiqri Abdi, Yoga Aprillianno, Iola Abas - Selasa, 30 Juni 2026
Selain karhutla yang selama ini menjadi fokus perhatian, banjir juga merupakan ancaman serius yang diakibatkan oleh kerusakan ekosistem gambut. Melalui peluncuran studi Tenggelamnya Lahan Basah, Pantau Gambut memaparkan ancaman banjir di Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) di Indonesia yang dibagi ke dalam tiga regional: Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
Oleh: Juma Maulana, Abil Salsabila, Wahyu Perdana, Agiel Prakoso, Yoga Aprillianno, Iola Abas - Selasa, 30 Juni 2026
Inkonsistensi regulasi terkait perlindungan ekosistem gambut membuat masyarakat dan ekosistem di sekitarnya menjadi korban.
Oleh: Almi Ramadhi, Agiel Prakoso, Wahyu Perdana, Ricky Amukti, Juma Maulana, Yoga Aprillianno, Iola Abas - Selasa, 24 September 2024
Pantau Gambut menerbitkan kajian terkait kerentanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) tahun 2023.
Oleh: Almi Ramadhi, Agiel Prakoso, Juma Maulana, Wahyu Perdana, Abil Salsabila, Johan Wahyu Inzar Robiya, Yoga Aprillianno, Iola Abas - Selasa, 24 September 2024
Melalui peluncuran studi "Gelisah di Lahan Basah: Korporasi, Pemerintah, dan Semua Komitmen Kosong Restorasi Gambutnya", Pantau Gambut memaparkan banyaknya infrastruktur restorasi gambut yang tidak sesuai standar.
Oleh: Juma Maulana, Abil Salsabila, Agiel Prakoso, Johan Wahyu Robiya, Wahyu Perdana, Almi Ramadhi, Yoga Aprillianno, Iola Abas - Kamis, 31 Oktober 2024
Siapa sangka jika sebagian lahan Food Estate Kalimantan Tengah kini hanya menjadi semak belukar dan malah bertumpang tindih dengan area perkebunan sawit milik swasta?
Oleh: Abil Salsabila, Juma Maulana, Muhammad Syafiq, Ryan Kusumo, Yoga Aprillianno, Iola Abas - Kamis, 02 Juli 2026
97% lahan gambut yang terbakar tidak pernah kembali menjadi hutan. Fakta ini menjadi cermin paling jujur dari satu dekade program restorasi gambut Indonesia yang mengklaim telah memulihkan jutaan hektare lahan, namun gagal mengubah nasib ekosistem yang paling kritis di negeri ini.