Research Fellowship Pantau Gambut 2019

Pantau Gambut, dari Pantau Gambut
19 Juni 2020 | Nasional

Kajian tentang lahan gambut Indonesia yang masih sedikit dan kurangnya perhatian terhadap pentingnya pengelolaan lahan gambut yang lestari, mendorong Pantau Gambut untuk mendukung inovasi, kajian, dan penelitian seputar lahan gambut oleh kalangan mahasiswa.


Pantau Gambut bekerja sama dengan Universitas Papua dan Universitas Tanjungpura untuk melakukan riset dan penelitian bertopik restorasi gambut di Indonesia dalam program Research Fellowship sejak tahun 2019 lalu. Berikut ini penelitian dari tiga mahasiswa peserta beasiswa Research Fellowship Pantau Gambut angkatan pertama.

1. Lady Christine Sabatini Desiri Makmaker, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Angkatan 2014, Universitas Papua 

Judul penelitian: Cacing Tanah sebagai Bioindikator Kerusakan Gambut di Bintuni 

Cacing tanah telah dikenal sebagai salah satu dekomposer yang dapat mengurai bahan organik. Namun proses dekomposisi pada lahan gambut berjalan sangat lambat akibat lingkungan yang basah (anaerob) atau tidak mengandung oksigen, dan sifat lahan gambut yang sangat asam, sehingga cacing tanah seharusnya tidak ada di lahan gambut. Oleh karena itu, keberadaan cacing tanah di lahan gambut menunjukkan bahwa ekosistem gambut tersebut mulai rusak. Lady mengamati keberadaan cacing tanah di gambut yang dapat menjadi salah satu indikator alami kerusakan gambut. Penelitian dilakukan di tiga ekosistem dengan kondisi yang berbeda untuk mengidentifikasi kerusakan gambut melalui persebaran cacing tanah.

2. Vera Maulidia, Fakultas Teknik Lingkungan, Angkatan 2016, Universitas Tanjungpura 

Judul penelitian: Regenerasi Hutan Gambut pada Kawasan Lahan Gambut Bekas Terbakar di Desa Pasir dan Desa Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat 

Vera meneliti mengenai keanekaragaman vegetasi perintis yang muncul di lahan gambut bekas kebakaran di Desa Pasir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Vera juga membandingkan kualitas air dan tanah pada beberapa kondisi lahan yang berbeda, yaitu di lahan bekas kebakaran, lahan perkebunan masyarakat, dan hutan gambut primer.

3. Peggy Wahyu Astuti, Fakultas Teknik Lingkungan, Angkatan 2016, Universitas Tanjungpura 

Judul penelitian: Kebijakan Perlindungan Ekosistem Lahan Gambut (Konversi Lahan Gambut) terhadap Ketahanan Lingkungan di DAS Sungai Kapuas di Desa Teluk Empening, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Peggy meneliti tentang kualitas fisik tanah, kimia tanah, dan air di beberapa lokasi dengan tutupan lahan yang berbeda. Dari hasil yang diperoleh, Peggy membuat rekomendasi pengelolaan gambut berdasarkan analisis beberapa tutupan lahan yang diteliti.

 

Simak selengkapnya hasil tiga penelitian di atas di sini.


PG_Research_Fellowship_Lady.pdf (747.37 KB)
Download

PG_Research_Fellowship_Peggy.pdf (1.09 MB)
Download

PG_Research_Fellowship_Vera.pdf (1.61 MB)
Download

Dukung kami

Bagikan informasi ini kepada keluarga dan teman-temanmu.