Membabat Hutan Tanpa Henti
Oleh Laporan "Membabat Hutan Tanpa Henti"
Kalimantan Tengah mencatat kenaikan tertinggi, sebagian besar terkonsentrasi di area konsesi berizin dan kawasan proyek strategis nasional. Sementara itu, komitmen pemulihan gambut dari pemerintah semakin tidak menentu, dan ekspansi perkebunan sawit terus menggeser komoditas yang sudah hidup berdampingan dengan gambut selama generasi.
Di tengah tekanan itu, Pantau Gambut merilis dua laporan riset yang berbicara tentang apa yang sudah ada dan apa yang sedang terancam kehilangan ruangnya.
Laporan pertama yang disusun oleh Pantau Gambut bersama dengan Fire Play (LPPSP FISIP UI), menghabiskan 30 hari di lapangan bersama 114 narasumber di Sungai Rukam, Riau dan Kalumpang, Kalimantan Tengah. Tim peneliti menemukan bukan hanya komoditas, tapi sistem kehidupan kolektif antar manusia dan ekosistem gambut di dua lokasi tersebut. Ratusan butir kelapa disediakan sukarela oleh para tetangga untuk satu hajatan ketika terjadi defisit ketersediaan kelapa oleh tuan rumah, tikar anyaman rotan yang menjadi bagian inti dari pernikahan adat Dayak, hingga Muzakir dan Ramlah yang menjadi saksi bagaimana kedua komoditas ini bisa menghidupi warga dan menjaga ekosistem tempat mereka tinggal.
Laporan kedua yang disusun bersama CELIOS membaca angka di balik kehidupan itu. Petani kelapa menjual di sekitar Rp4.000/kg, sementara di tangan konsumen nasional harganya mencapai Rp10.500. Penganyam rotan menghasilkan nilai tambah maksimal Rp8.400 per jam, angka yang masih berada di bawah upah minimum provinsi. Namun di balik ketimpangan itu, ada potensi yang belum tersentuh: Indonesia memasok 80% rotan dunia, sementara industri VCO dari kelapa gambut Riau diprediksi tumbuh menjadi USD 3,69 miliar di tahun yang sama.
Dua laporan ini tidak berbicara tentang komoditas yang perlu diselamatkan. Mereka berbicara tentang sistem yang sudah terbukti secara ekologis, ekonomis, dan sosial-budaya selama puluhan tahun. Keduanya tumbuh justru karena gambut tetap basah, bukan karena dikeringkan.
Yang dibutuhkan untuk menjaga ekosistem ini adalah adalah sistem yang lebih adil agar pengetahuan yang sudah ada bisa terus menguntungkan orang-orang yang menjalankannya.
Unduh kedua laporan di bawah.