Berlatar belakang pendidikan Antropologi Sosial dari Universitas Sumatera Utara, Putra Saptian memperkuat pendekatan berbasis masyarakat dan analisis sosial-budaya dalam setiap agenda advokasi di Pantau Gambut.
Sebelum bergabung dengan Pantau Gambut pada 2025, Putra memiliki rekam jejak yang solid di isu hak asasi manusia, lingkungan hidup, dan riset publik. Pengalaman tersebut ia bangun melalui kiprahnya di KontraS Sumatera Utara (2018–2021), WALHI Sumatera Utara (2021–2024), serta sebagai Asisten Peneliti di LP3ES (2024–2025).
Oleh: Putra Saptian - Kamis, 10 September 2026
Di balik meriahnya jargon pelestarian pada Hari Lahan Basah Sedunia, terselip realitas pahit: izin-izin diterbitkan bak polesan gincu yang menutupi noda sengketa dan tumpang tindih kewenangan yang kian semerawut.
Oleh: Putra Saptian - Jumat, 11 September 2026
"Pahlawanisasi" profesi kerap menjadi narasi yang menenangkan publik. Pengorbanan individu diagungkan, sementara kegagalan sistem dalam menjamin hak dasar pekerja luput dari perhatian.
Oleh: Putra Saptian - Jumat, 11 September 2026
Jauh dari hiruk pikuk perkotaan, suara alam dan ritme hidup masyarakat adat di Papua Selatan yang telah bertahan berabad-abad kini mulai bising oleh deru mesin. Atas nama "pembangunan” untuk memenuhi ketahanan pangan dan energi nasional, sebuah peradaban sedang bersiap menghadapi penggusuran massal.