Kembali

Terganggunya aktivitas sehari hari

Kerusakan lahan gambut tidak hanya berakibat pada terjadinya kebakaran lahan, banjir, dan pencemaran tanah, tetapi juga berpengaruh bagi kehidupan masyarakat. Akibat lahan gambut yang rusak, masyarakat kesulitan memperoleh sumber pangan dan mata pencaharian yang sebelumnya mereka kerjakan.

Gambut yang rusak akan menganggu aktivitas masyarakat ©CIFOR
Gambut yang rusak akan menganggu aktivitas masyarakat ©CIFOR

Kerusakan lahan gambut menyebabkan dampak yang nyata bagi masyarakat yang tinggal di dan sekitar lahan gambut seperti terjadinya banjir, kekeringan, pencemaran tanah dan air, kebakaran, serta asap yang disebabkan oleh kebakaran lahan gambut.

Kabut asap, terutama yang berlangsung selama berbulan-bulan karena kebakaran hutan dan lahan menyebabkan dampak yang merugikan masyarakat. Mulai dari memaksa masyarakat untuk menghentikan aktivitas sehari-hari seperti bekerja dan sekolah, hingga meningkatkan bahaya kecelakaan lalu lintas karena jarak pandang yang terbatas. Kabut asap juga dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan. Pada tahun 2015 kebakaran hutan dan lahan gambut besar yang terjadi di Indonesia menyebabkan sekitar 500.000 warga Indonesia terkena ISPA.

Selain itu, rusaknya habitat alami gambut membuat masyarakat yang dulunya memanfaatkan hasil alam seperti ikan dan atau hasil hutan bukan kayu lainnya dari lahan gambut kehilangan mata pencahariannya.

Dukung Kami

Bagikan informasi ini kepada keluarga dan teman-temanmu.