Bab 4.3 Pencemaran tanah

Pengeringan dan dekomposisi gambut dapat menyebabkan lapisan tanah gambut menjadi lebih tipis. Beberapa kasus kerusakan lahan gambut pernah terjadi di wilayah Kalimantan. Kawasan tersebut kini menjadi lahan sulfat masam terlantar dan menjadi sumber pencemaran lingkungan bagi wilayah sekitarnya.

Pengeringan dan dekomposisi gambut menyebabkan lapisan tanah gambut menjadi lebih tipis. © CIFOR

Pengeringan dan dekomposisi gambut menyebabkan lapisan tanah gambut menjadi lebih tipis. Apabila tanah mineral yang berada di bawah gambut (substratum) adalah tanah pasir kuarsa atau lapisan pirit, maka tanah menjadi lebih masam dan berpotensi mengalami keracunan besi dan aluminum.

Kasus kerusakan lahan gambut pernah terjadi di Delta Pulau Petak Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, yang pada tahun 1952 masih tercatat sekitar 51.360 hektar lahan gambut. Pada tahun 1992, kawasan gambut tersebut hanya tersisa 9.600 hektar (penelitian oleh Sarwani dan Widjaja Adhi, 1994). Selain fungsi hidrologis yang hilang, saat ini sebagian besar dari bekas kawasan gambut tersebut menjadi lahan sulfat masam terlantar dan menjadi sumber pencemaran lingkungan perairan di daerah tersebut.