Bab 3.1 Pengalihfungsian lahan gambut

Anggapan bahwa gambut merupakan lahan tidak berguna merupakan salah satu penyebab degradasi hutan dan lahan gambut. Gambut yang dikeringkan dan dialihfungsikan menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran hutan dan lahan gambut. Hal ini berakibat pada kehidupan ekosistem gambut lainnya.

Alih fungsi lahan gambut sebabkan degradasi lahan gambut. © WRI

Lahan gambut seringkali dianggap sebagai lahan yang tidak berguna dan lahan terbuang yang dapat dikeringkan dan dialihfungsikan. Anggapan ini telah menjadi salah satu penyebab utama degradasi dan kerusakan lahan gambut, terutama dalam perubahan tata guna lahan untuk pertanian dan perkebunan.

Perusakan terhadap gambut tropis di Indonesia dimulai sejak abad ke-20. Pada tahun 1920, lahan gambut dibuka pertama kalinya di Kecamatan Gambut, Kalimantan Selatan. Seiring dengan maraknya transmigrasi di periode Orde Baru, lahan gambut menjadi sasaran proyek lahan 1 juta hektar untuk mega rice project di Kalimantan Tengah.

Setelah berakhirnya masa kepemimpinan Presiden Soeharto, fungsi lahan gambut marak diubah menjadi kebun sawit dan akasia. Di antara bulan Juni - September 2014, 4.000 hektar gambut hilang akibat banyaknya perizinan yang dikeluarkan untuk kebun kelapa sawit.