Pembentukan dan Karakteristik Gambut Tropika Indonesia

Penulis: Muhammad Noor, Masganti, Fahmuddin Agus
Sumber: Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra)
Diterbitkan pada tahun: 2015
unduh

Gambut tropika terbentuk melalui proses paludifikasi dari bahan biomassa tumbuhan yang mati. Dominasi yang kuat dari bahan organik sebagai penyusunnya mengakibatkan karakteristik tanah gambut berbeda dengan tanah mineral sehingga pengelolaannya untuk pertanian bersifat spesifik dan perlu kehati-hatian. Pembentukan tanah gambut memerlukan waktu ribuan tahun melalui proses yang sangat beragam antara satu tempat dengan tempat lainnya. Pembentukan gambut di Indonesia diperkirakan terjadi sejak 6.800-4.200 tahun silam.

Laju pembentukan gambut bervariasi antara 0,05 mm per tahun sampai dengan 0,50 mm per tahun pada kondisi hutan primer. Apabila hutan sudah dibuka dan lahan didrainase maka penyusutan (subsidence) gambut terjadi sangat cepat disebabkan dekomposisi dan pemadatan, jauh melebihi laju pembentukannya.Karakterisitik spesifik dari tanah gambut yang membedakan dengan tanah mineral umumnya, antara lain:

  1. mudah mengalami kering tak balik (irreversible drying) 
  2. mudah ambles (subsidence)
  3. rendahnya berat isi dan daya dukung (bearing capacity) lahan terhadap tekanan
  4. tingginya kemampuan menyimpan air
  5. tingginya kandungan bahan organik dan karbon
  6. rendahnya kandungan hara dan kesuburannya
  7. rendahnya pH 

Oleh karena itu, pemanfaatan gambut untuk pertanian secara umum lebih problematik dibanding tanah mineral, karena memerlukan input yang lebih banyak dan model pengelolaan air yang lebih kompleks serta adanya kemungkinan dampak negatif terhadap lingkungan.

578.82 KB
Penulis: Muhammad Noor, Masganti, Fahmuddin Agus
Sumber: Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra)
Diterbitkan pada tahun: 2015
unduh
Bagikan ke teman-teman
twitter facebook
Bagikan ke teman-teman
twitter facebook