Kembali ke perkembangan komitmen

Rekomendasikan Pencabutan Izin terhadap Perusahaan yang Lalai Melakukan Penanganan Kebakaran

Rapat Koordinasi dan Rilis Pergub Jambi serta Perda terkait Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutam dan Lahan

Website Resmi Provinsi Jambi

Gubernur Provinsi Jambi, Zumi Zola mengadakan rapat koordinasi (Rakor) dan merilis Peraturan Gubernur Jambi Nomor 31 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, namun tim perumus Pantau Gambut belum menemukan dokumen peraturan terkait. Pada acara tersebut, Gubernur Jambi, Zumi Zola menyampaikan bahwa kedua peraturan tersebut merupakan wujud komitmen dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi.

Peraturan Daerah No. 2 tahun 2016 tentang Pencegahan dan Pengedalian Kebakaran Hutan dan Lahan tersebut telah ditetapkan sejak 27 Desember 2015 oleh Gubenur Provinsi Jambi sebelumnya, Bapak H. Irman. Adapun dijelaskan dalam pasal 1 bahwa tujuan ditetapkannya Perda ini adalah untuk memberikan kemudahan koordinasi dan pertanggungjawaban dalam rangka pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.  Selain itu, pada pasal 31 dijelaskan bahwa Pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk menerapkan sanksi administratif terhadap pemegang izin yang ditemukan melakukan pelanggaran terkait pecegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Sanksi administratif tersebut dapat berupa teguran tertulis, paksaan pemerintah, pembekuan izin lingkungan dan pembekuan izin lingkungan. Ditegaskan kembali pada pasal 32 bahwa pemegang izin tetap memiliki kewajiban melakukan pemulihan kerusakan lingkungan dan pidana walaupun sanksi administrasi telah diberikan.

Pergub tersebut disambut baik oleh Kapolda Jambi. Beliau menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sekitar 1.500 personil untuk merespon lebih awal jika terjadi hotspot. Kapolda mengungkapkan bahwa pihaknya telah menindak 23 kasus pelanggaran kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015 dengan total lahan yang terbakar 8.534 Ha, sudah P21 dengan pelaku 14 (10 perorangan dan 4 koorporasi). Pada tahun 2016, lanjut Kapolda, telah menindaklanjuti 26 kasus pelanggaran Kebakaran Hutan dan Lahan, sudah P21 dengan 12 pelaku semuanya perorangan.