Kembali ke perkembangan komitmen

Restorasi 2 Juta Hektar Lahan Gambut dalam 5 Tahun

BRG Mengeluarkan Laporan Triwulan kepada Presiden Republik Indonesia

Laporan Triwulan BRG kepada Presiden Republik Indonesia

Beberapa poin penting dalam laporan ini mengenai pencapaian dalam restorasi gambut:

  1. Kerja sama dalam restorasi gambut telah terbentuk, yakni antara Pemerintah, NGO, dunia usaha, dan universitas. Usaha ini juga didukung oleh para donor, antara lain USAID, MCAI, UKCCU, dan Norwegia
  2. Pelaku dunia usaha di bidang kehutanan dan perkebunan setuju untuk melindungi kubah gambut utuh di dalam konsesinya dengan luas 485.000 hektar, serta melakukan restorasi hidrologis dan/atau penanaman ulang (revegetasi) seluas 910.000 hektar.
  3. BRG bersama Universitas Riau, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Hokkaido telah memulai uji coba peternakan sapi dan budi daya sagu di lahan gambut Riau dan Kalimantan Tengah.
  4. Program Desa Peduli Gambut (DPG) adalah kerangka program bagi pembangunan desa-desa/kelurahan di dalam dan sekitar Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG), yang menjadi target restorasi gambut. DPG bukan program yang berdiri sendiri. Program ini  mengatur dan memfasilitasi program-program pembangunan lain di lokasi-lokasi prioritas restorasi gambut. Pendekatan DPG adalah pembangunan desa berbasis lanskap ekosistem gambut. DPG bekerja di kawasan-kawasan pedesaan dalam KHG. Desa-desa yang berdekatan akan bekerja sama dalam sebuah kawasan pedesaan.
  5. Pemetaan dan intervensi sosial di 104 desa telah dimulai. Total luasnya 806,312 hektar, tersebar di 60 desa di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah; 28 desa di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan; 14 desa di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan; dan 2 desa di Pulau Padang, Kepulauan Meranti.
  6. BRG juga menerima pengaduan masyarakat terkait dugaan pembukaan kanal di area perusahaan PT RAPP. Aduan tersebut ditindaklanjuti dengan penunjukan tim dan pemeriksaan lapangan pada Oktober 2016.
  7. Kerja Sama Riset Aksi dan Pemantauan dengan pusat penelitian dan universitas, diantaranya BPPT, Universitas Hokkaido, Universitas Kyoto, dan Research Institute for Humanity and Nature (RIHN), Universitas Sriwijaya, Universitas Jambi, Universitas Riau, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mulawarman, Universitas Tanjungpura, Universitas Palangka Raya, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Sebelas Maret, Universitas Cendrawasih, dan Japan International Cooperation Agency (JICA).