Metodologi pengkajian komitmen restorasi

Dalam semangat transparansi dan saling berbagi, berikut adalah pemaparan metodologi yang digunakan untuk memilih dan mengkaji komitmen pada perangkat Komitmen Restorasi.

Pemilihan komitmen

Proses pemilihan komitmen dan figur publik dimulai dengan analisis terhadap berbagai dokumen kebijakan dan penelitian terkait gambut, kemudian dilanjutkan dengan diskusi terfokus di tingkat nasional dan daerah dengan organisasi masyarakat sipil di tujuh provinsi prioritas restorasi gambut. Setelah itu, hasil analisis dan diskusi tersebut dibahas secara menyeluruh dan mendalam bersama Tim Pantau Gambut yang terdiri dari perwakilan Organisasi Masyarakat Sipil, yaitu: Epistema Institute, Kaoem Telapak, Kemitraan, WRI Indonesia, dan Yayasan Madani Berkelanjutan.

Beberapa kriteria komitmen restorasi gambut:

  • Penyampai komitmen

    Komitmen disampaikan oleh pejabat pemerintah di tingkat nasional atau daerah dan pimpinan di suatu perusahaan atau organisasi

  • Bentuk komitmen

    Komitmen dapat berbentuk suatu kebijakan (tertuang dalam sebuah dokumen resmi kelembagaan) dan/atau pernyataan publik, transkrip, naskah, ataupun surat edaran.

  • Sumber informasi resmi

    Komitmen mempunyai sumber informasi resmi yang dapat diverifikasi dan diakses publik.

  • Komitmen disampaikan dalam bentuk kalimat lengkap

    Komitmen yang disampaikan harus dalam bentuk kalimat lengkap yang mengandung subjek, predikat, dan objek serta berbasis aksi nyata.

Setelah memenuhi kriteria pemilihan ini, Tim Pantau Gambut mengkaji kemungkinan keterkaitan antar komitmen untuk mencari payung bagi komitmen lainnya.

Pemantauan kemajuan komitmen

Proses pemantauan kemajuan komitmen dilakukan oleh Tim Pantau Gambut dengan:

  • Mengikuti perkembangan informasi di berbagai media resmi yang kredibel (tier one). Kriteria media tier one:
    • Dalam penulisan berita, wartawan memasukkan berbagai kutipan (tidak hanya memberitakan dari satu sisi narasumber)
    • Sirkulasi media di tingkat nasional
    • Berita harus muncul di lebih dari satu media.
  • Mengolah informasi terkait upaya restorasi gambut yang didapat dari simpul jaringan, gabungan beberapa Organisasi Masyarakat Sipil di tingkatan daerah yang dipilih sebagai perwakilan Pantau gambut di tujuh provinsi prioritas.
  • Melakukan triangulasi informasi (pengecekan ulang) ke berbagai pihak lain, seperti pelaku usaha yang berkaitan, pemerintah daerah, dan pemberitaan media lain.
  • Melakukan diskusi terfokus di tujuh provinsi prioritas restorasi gambut (untuk menampung saran dan tanggapan masyarakat)
  • Memantau sosial media dan perangkat ‘Cerita Anda’ di platform Pantau Gambut. Perangkat ini terutama memberi wadah bagi pengguna untuk dapat memantau dan memberi tanggapan dan masukan terkait pemenuhan komitmen restorasi, tantangan yang dihadapi, serta rekomendasi dalam upaya restorasi gambut.

Pengkajian Komitmen dan Pembuatan Rekomendasi Solusi

Proses analisis kendala dan pembuatan rekomendasi solusi komitmen dilakukan oleh Tim Pantau Gambut dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Tim Pantau Gambut mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh pemerintah, organisasi masyarakat sipil, maupun pihak-pihak lain yang terlibat dalam upaya restorasi gambut.
  • Kemudian, tim mengkaji skenario dan alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut.
  • Tim membuat rekomendasi solusi dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:
    • Penggunaan sumber resmi baik audio visual maupun tertulis dari situs pemerintah/lembaga dan juga berbagai media tier one sebagai bahan analisis.
    • Penggunaan mekanisme komunikasi dua arah dengan menganalisis hasil-hasil temuan di tingkat tapak ataupun di tataran kebijakan (melalui sumber yang terverifikasi).
    • Pengerjaan verifikasi lapangan (ground truth) atas temuan-temuan awal dengan mempertimbangkan laporan masyarakat atau laporan lainnya yang terverifikasi dan strategis untuk ditindaklanjuti.