Hari-hariku di Lahan Gambut

Salomo Lumban Gaol Tahura Sekitar Tanjung Muaro Jambi/PT. Bumindo Hastajaya Utama

Sebagai seorang Sarjana jurusan Ilmu Kehutanan Universitas Jambi, saya ingin berbagi sedikit cerita tentang keseharian saya hidup di area lahan gambut.

Indonesia memiliki luas lahan gambut sebesar 14,9 juta ha (7,8%) dari total luas wilayah indonesia (191,09 juta ha). Lahan gambut umumnya ditemui di pulau Sumatra,
 Kalimantan dan Papua (Ritung et al. BBSDLP 20110). Jambi memiliki total luas lahan gambut seluas 621.089 hektar dan 20.830 hektarnya merupakan kawasan Taman Hutan raya yang bernama Taman Hutan Raya Sekitar Tanjung yang terletak di lintas kabupaten antara kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Menurut informasi dari Sdr. Subhan, Pegawai Fungsional Umum UPTD Taman Hutan Raya Sekitar Tanjung melaporkan bahwa telah terjadi kebakaran di lokasi tersebut pada tahun 2011. Akibatnya, Taman Hutan Raya Sekitar Tanjung harus segera direstorasi. Setelah saya lulus kuliah, saya bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang restorasi hutan sebagai pengawas penanam areal yang terbakar. Adapun luas areal yang kami restorasi adalah seluas 272 hektar. 

Bekerja di perusahaan yang merestorasi gambut membuat hari-hari saya sangat dekat dengan gambut. Saya mandi dan minum dengan air dari lahan gambut. Saya sangat menikmati pekerjaan saya selama 4 bulan ini dan saya sudah terbiasa dengan tinggal di area gambut. Perusahaan tempat saya bekerja untuk menanam beberapa jenis tumbuhan, seperti jelutung rawa, pulai rawa, bintangur, gelam, dan pinang. Jenis tanaman terpilih adalah tanaman yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sekitar Taman Hutan Raya. Di area gambut juga banyak ikan sehingga kami sering makan ikan.

Bekerja di lahan gambut bukanlah hal yang mudah. Apalagi kondisi lahan gambut yang rusak menjadi semak-semak sisa kebakaran dan panasnya luas biasa. Berjalanpun sulit karena sering terperangkap di dalam lumpurnya. Untuk pergi kerja, saya menggunakan perahu bermesin yang orang lokal sebut sebagai ‘ketek’ dan melewati tiga bendungan.

Hingga saat ini, kami sudah menanami kembali 200 hektar lahan gambut. Selama lima bulan ini, tanaman tersebut telah memperlihatkan ciri-ciri kehidupannya masing-masing. Senang rasanya ketika melihat tanaman tumbuh. Kami berharap setidaknya 80 persen dari 200 hektar yang telah ditanami ini dapat hidup dan berkembang. Walau saya dan rekan-rekan kerja baru merestorasi sedikit areal lahan, kami percaya itu dapat memberikan dampak yang besar di masa mendatang. 

Dunia memandang kekayaan alam dan luas hutannya Indonesia. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita menjaga hutan dan memperbaiki hutan yang rusak. Saya percaya bahwa hutan lestari akan melahirkan masyarakat yang sejahtera. 

Ayo sobat kita mulai peduli terhadap hutan kita agar kita dapat titipkan untuk anak cucu kita kelak!

LOKASI

Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Indonesia