Gambut, Cinderella yang Terabaikan

Admin Pantau Gambut Jakarta

Indonesia memiliki lahan gambut yang sangat luas, namun tidak banyak orang yang mengetahui fakta-fakta tentang gambut berikut ini.

  • Masyarakat Inggris menggunakan tiga juta kubik liter gambut setiap tahun, dengan sebagian besar gambut yang diimpor dari Irlandia dan negara-negara Baltik. Kebanyakan dari mereka adalah para petani yang menggunakan gambut sebagai campuran pupuk kompos bagi pertanian mereka. Artinya, gambut memiliki manfaat yang besar bagi manusia sehingga banyak orang yang menggunakan tanah ini untuk menyuburkan sumber pangan mereka dan memanfaatkannya dalam penyemaian bibit pohon. Hal ini disebabkan oleh kandungan nutrisi yang terdapat pada gambut dan kemampuannya dalam menampung air membuat pasokan oksigen ke akar tanaman dapat berjalan dengan baik sehingga bibit pohon tumbuh lebih cepat dan sehat. 
  • Pada 1970, gambut dijadikan sebagai bahan utama pembuatan pupuk kompos karena kandungan nutrisi dan kemampuannya dalam menampung air. Gambut memiliki kemampuan dalam membantu proses pertumbuhan tanaman. Itulah sebabnya, banyak tanaman yang tumbuh dengan baik di atas tanah gambut.
  • Gambut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bata yang dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif. Pembuatan bata arang aktif dari gambut dapat dilakukan dengan menambahkan perekat tapioka setelah gambut diarangkan dan dihaluskan. Setelah dicampur perekat, barulah briket gambut dicetak dan dikeringkan.
  • Berdasarkan hasil penyelidikan pendahuluan Departemen Energi Sumber Daya Mineral (DESDM), gambut dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya energi dan bahan baku industri dengan ketebalan lebih dari dua meter.
  • Gambut bermanfaat untuk mempercepat proses peremajaan hutan karena kandungan nutrisi yang tinggi membuat berbagai tanaman mudah tumbuh. 
  • Gambut hanya dapat tumbuh setinggi satu milimeter setiap tahun sehingga untuk mendapatkan gambut setinggi 10 meter, dibutuhkan waktu sekitar 9 ribu tahun. Namun, gambut dapat habis hanya dalam waktu kurang dari 50 tahun. Artinya, diperlukan pengelolaan gambut secara efektif agar gambut tidak habis secara sia-sia.

Dari fakta-fakta tersebut dapat kita lihat bahwa gambut merupakan komponen yang kaya manfaat dan diperlukan oleh banyak orang. Manfaatnya sangat beragam, mulai dari sumber pangan, media pertanian, penghasil bahan bakar, sumber daya energi lain, hingga proses peremajaan hutan. Namun, masih banyak pula orang yang menganggap gambut sebagai tanah yang tidak berguna sehingga menyia-nyiakannya dengan mengubahnya menjadi lahan pertanian, perkebunan, bahkan pemukiman. Itulah sebabnya, International Union for the Conservation of Nature (IUCN) menggambarkan gambut sebagai “Cinderella” yang terabaikan dan dianggap tidak bernilai.

Jadi, sudah saatnya kita kembalikan “sepatu Cinderella” ini agar ia kembali menjadi cantik dan dapat berjalan sebagaimana mestinya sehingga bermanfaat bagi keseimbangan ekosistem. Dengan memulihkan gambut, artinya kita telah membantu mengembalikan fungsi gambut bagi ekosistem. Ayo, bantu pulihkan gambut dengan berbagi informasi penting terkait gambut di laman ini atau pantau komitmen pemerintah di sini