Bersama Pantau Gambut, mari jaga dan selamatkan lahan gambut Indonesia

Firmansyah Jakarta

Dilansir dari tulisan Firmansyah, juara favorit Kompetisi Menulis Pantau Gambut

Pada tahun 2015 yang lalu, Indonesia sempat dilanda bencana kabut asap yang merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan atau ‘karhutla’. Menurut data statistik dari dinas kesehatan masing-masing provinsi yang terkena bencana kabut asap bahwa bencana ini mengakibatkan setidaknya lebih dari 120 ribu orang terkena penyakit pernapasan akibat kabut asap yang dihasilkan oleh kebakaran hutan dan lahan tersebut, ditambah bencana ini berlangsung dalam kurun waktu yang terbilang cukup lama sehingga menjadi sangat memprihatinkan dan menjadi bulan-bulanan ‘headline news’ baik pada media elektronik maupun media cetak. Perisitiwa ini tentunya masih segar di ingatan Anda, bukan?

Jika  memang Anda sedikit lupa atau bahkan tidak ingat sama sekali, mungkin video berita dari laman Youtube berikut ini bisa me-refresh kembali ingatan Anda tentang bencana kabut asap tersebut yang dampaknya juga dirasakan hingga ke negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.

Tidak cukup sampai di situ, kebakaran hutan dan lahan ini pun memberikan dampak-dampak lainnya seperti terganggunya akses transportasi dan pendidikan, punahnya keanekaragaman flora dan fauna, emisi gas rumah kaca yang meningkat hingga dampak kerugian finansial negara yang diperkirakan mencapai angka 220 triliun rupiah.

Menyingkap fakta, #tahukahanda?

Tahukah Anda? Banyak orang yang mengira bahwa kabut asap ditimbulkan oleh kebakaran hutan yang merupakan dampak dari adanya pembukaan lahan dan hutan oleh seseorang atau perusahaan yang dilakukan dengan cara membakar lahan dan pohon-pohon di hutan.

Tetapi fakta yang sebenarnya terjadi ternyata lebih rumit dari sekedar permasalahan tersebut. Fakta membuktikan bahwa bencana kabut asap di Indonesia banyak disebabkan oleh kebakaran di lahan gambut. Kebakaran pada tahun 2015 contohnya, sekitar 52% dari luas area yang terbakar adalah lahan gambut.

Apa itu gambut?

Gambut adalah bahan-bahan organik yang terbentuk secara alami dari sisa-sisa tumbuhan berkayu yang terurai secara tidak sempurna dan menumpuk di satu tempat dalam jangka waktu yang cukup lama. Material ini mempunyai ketebalan tertentu dan biasanya terdapat pada rawa, di antara dua sungai atau antara sungai dan laut. Gambut bisa  berada di dataran rendah dan dataran tinggi. 10% dari daratan Indonesia adalah lahan gambut. Dimana paling banyak ditemukan di pulau-pulau besar, seperti Sumatera, Kalimantan dan Papua.

Secara teoretis, gambut berperan penting dalam menyerap 75% karbon di dunia sehingga tidak boleh dibakar, dikeringkan, atau dijadikan lahan perkebunan. Ekosistem gambut juga merupakan sumber penghidupan bagi masyarakat lokal. Emisi gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada perubahan iklim yang dapat menghambat pembangunan, memperparah kemiskinan, serta menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan keamanan.

Mengapa gambut itu penting?

Lahan gambut memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat lokal, nasional bahkan internasional. Dengan mengetahui manfaat-manfaat apa saja dari gambut, semoga dapat membuat semua orang sadar akan pentingnya keberadaan lahan gambut sehingga semuanya senantiasa menjaga, melestarikan dan menyelamatkan lahan gambut dari tangan-tangan jahil seseorang atau perusahaan yang mencoba membakar hutan untuk dijadikan lahan baru.

Lahan gambut akan mengering akibat pembukaan lahan tersebut, lalu ditambah dengan musim kemarau setiap tahunnya, maka akan membuat lahan gambut sangat mudah terbakar dan apinya dapat bertahan hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan karena luas dan tebalnya lahan gambut.

Berikut ini infografis penjelasan singkat tentang manfaat dan pentingnya lahan gambut.

Di samping itu, Anda juga bisa menyimak video Youtube ini yang menjelaskan tentang pentingnya perlindungan lahan gambut. Video ini merupakan dokumentasi Indonesia Climate Change Center (ICCC) yang diproduksi oleh Borneo Productions International (BPI).

Seiring berjalannya waktu, saat ini terdapat platform Pantau Gambut yang merupakan media online penggabungan dari teknologi, kolaborasi data, dan jaringan masyarakat yang bertujuan untuk memberikan informasi bebas biaya seputar restorasi gambut di Indonesia.

Mengenal lebih dekat tentang ‘Pantau Gambut’

Pantau Gambut adalah wadah atau platform daring yang menyediakan akses terhadap informasi mengenai perkembangan kegiatan dan komitmen restorasi ekosistem gambut yang dilakukan oleh segenap pemangku kepentingan di Indonesia. Pantau Gambut juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan gambut dalam konteks perlindungan lingkungan hidup, pengurangan emisi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pantau Gambut digagas secara bersama-sama dalam sebuah kemitraan antar organisasi masyarakat sipil yang terus berkembang. Melalui analisis perkembangan serta kendala realisasi komitmen pelaku restorasi, diharapkan dapat tercipta gagasan yang dapat mendukung target restorasi gambut di tingkat nasional. Melalui websitenya (www.pantaugambut.id), #PantauGambut menjelaskan bahwa secara berkala akan membagikan perkembangan kegiatan dan komitmen restorasi ekosistem gambut oleh segenap pemangku kepentingan di Indonesia, termasuk pemerintah, organisasi masyarakat sipil, serta pelaku usaha.

Nah, bersama Pantau Gambut kita bisa ikut bergerak dalam rangka menjaga dan menyukseskan restorasi lahan gambut dengan memanfaatkan empat fitur yang tersedia di Pantau Gambut.

Bentuk perhatian pemerintah terhadap gambut

Pemerintah Indonesia pun tidak berpangku tangan begitu saja dalam menanggapi pentingnya tindakan restorasi gambut, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap gambut, pemerintah pun melakukan beberapa tindakan tegas, antara lain:

Ayo jaga dan selamatkan lahan gambut Indonesia bersama ‘Pantau Gambut’

Saya akui diri saya adalah seorang masyarakat awam, bukan seorang pemerhati lingkungan hidup apalagi tentang kehutanan. Saya hanyalah orang biasa yang tentunya tidak bisa berbuat banyak untuk  mewujudkan lahan gambut Indonesia yang sehat dan terjaga. Tetapi, bukan berarti saya hanya diam dan tidak peduli atau prihatin dengan keadaan hutan dan lahan gambut yang menjadi penyebab kebakaran hutan dan kabut asap.

Senada dengan tujuan yang ingin dicapai oleh Pantau Gambut dalam menyediakan akses informasi mengenai perkembangan restorasi ekosistem gambut kepada masyarakat luas dan meningkatkan kesadaran masyarakat luas akan pentingnya perlindungan lahan gambut dalam konteks lingkungan hidup, pengurangan emisi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Maka dengan hadirnya tulisan tentang #PantauGambut ini, saya sebagai seorang blogger ingin memberikan sedikit sumbangsih berupa opini dan sharinginformasi yang disajikan dalam bentuk tulisan yang diharapkan mampu membantu Pantau Gambut, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, para pelaku usaha dan segenap pemangku kepentingan di Indonesia untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memantau, menjaga, merestorasi dan menyelamatkan lahan gambut Indonesia dari bencana kebakaran hutan dan lahan di masa yang akan datang.